Lompat ke konten

Kenal produknya

Bayar AWS dari Indonesia: Sudah Bisa Rupiah

Ini salah satu dari sedikit tulisan di situs ini yang kesimpulannya: kamu kemungkinan besar tidak butuh jasa pembayaran untuk ini.

Akun AWS yang berbasis di Indonesia dilayani entitas lokal, PT Amazon Web Services Indonesia, dan itu mengubah hampir semua hal soal pembayarannya.

Rupiah, dan cuma rupiah

FAQ resmi AWS Indonesia menyebut rupiah sebagai mata uang pembayaran bawaan dan satu-satunya untuk akun berbasis Indonesia.

Jadi tidak ada konversi dolar oleh penerbit kartumu, tidak ada margin valas tersembunyi, dan tidak ada tagihan yang berubah-ubah mengikuti kurs. Tagihanmu rupiah dari awal.

Ini kebalikan dari hampir semua platform lain yang dibahas di situs ini, dan itu perbedaan yang besar — margin valas penerbit kartu adalah salah satu biaya tersembunyi yang paling sering tidak disadari.

Yang diterima

Metode Tersedia di akun Indonesia
Kartu kredit/debit Visa ya
Kartu kredit/debit Mastercard ya
Transfer bank (Pay By Invoice) ya
Advanced Pay (prabayar) tidak
ACH direct debit tidak

Dua catatan penting dari tabel ini.

Kartu debit diterima, bukan cuma kredit. Knowledge Center AWS mencantumkan kartu kredit dan debit Visa atau Mastercard untuk AWS Indonesia. Itu sudah membuka jalan untuk banyak orang yang tidak punya kartu kredit sama sekali.

Pay By Invoice bukan prabayar. Kamu memakai layanannya dulu, tagihan keluar, lalu dibayar lewat transfer. Jadi dia tidak bisa dipakai untuk membatasi pengeluaran — dan FAQ yang sama menyebut Advanced Pay alias prabayar memang tidak tersedia di Indonesia.

Soal PPh

Satu hal yang jarang dibahas tapi nyata untuk yang menagihkan ke perusahaan: FAQ AWS Indonesia menjelaskan bahwa pelanggan kartu membayar invoice penuh tanpa pemotongan pajak, lalu bisa mengajukan pengembalian PPh dengan menyerahkan bukti potong yang sah.

Kalau pembukuanmu mengandalkan pemotongan di muka, alurnya berbeda dari yang mungkin kamu harapkan. Ini bukan urusan teknis — ini urusan yang sebaiknya kamu bicarakan dengan yang mengurus pajak sebelum tagihan pertama keluar, bukan sesudahnya.

Kalau yang kamu butuhkan cuma server

AWS punya ratusan layanan dan halaman harga yang mustahil dibaca sampai habis. Tapi kalau yang kamu cari sekadar satu server untuk menaruh aplikasi, ada jalur yang jauh lebih sederhana: Lightsail, dengan harga bulanan tetap seperti penyedia VPS biasa.

Paket Linux termurahnya $5 per bulan — 0,5 GB RAM, 2 vCPU, 20 GB SSD, dan 1 TB transfer. Ada juga paket IPv6 saja mulai $3,50.

Perbandingannya dengan DigitalOcean ada di artikel terpisah, karena pilihan di antara keduanya bukan soal harga saja.

Yang perlu disadari: begitu kamu keluar dari Lightsail ke layanan AWS lain, model harganya kembali per pemakaian dan jauh lebih sulit diperkirakan. Banyak tagihan AWS yang mengagetkan datang dari layanan yang menyala tanpa disadari, bukan dari server utamanya.

Jadi kapan jasa pembayaran masuk akal untuk AWS

Jujur: jarang. Dengan rupiah sebagai mata uang penagihan, kartu debit yang diterima, dan transfer bank sebagai jalur resmi, sebagian besar orang bisa membayar AWS sendiri.

Kalau kartumu ditolak di AWS, periksa dulu hal yang lebih mungkin jadi penyebabnya daripada “kartu Indonesia ditolak platform asing”: batas kartu, status blokir transaksi daring di aplikasi bankmu, atau data penagihan yang tidak cocok. Penagihannya lokal, jadi hambatannya juga biasanya lokal.

Dan kalau semua itu buntu, Pay By Invoice ada sebagai jalur kedua yang memang disediakan AWS — bukan akal-akalan.

Catatan soal sumber

Dua halaman resmi yang jadi sumber tulisan ini terakhir diperbarui cukup lama sebelum artikel ini ditulis, dan AWS mengubah ketentuan penagihan dari waktu ke waktu. Yang menentukan untuk akunmu adalah seller of record yang tertulis di invoice — kalau di sana bukan PT Amazon Web Services Indonesia, ketentuan di atas belum tentu berlaku untukmu.

Cek halaman Payment preferences di konsol penagihanmu sendiri sebelum mengambil keputusan berdasarkan artikel mana pun, termasuk yang ini.

Untuk platform yang memang belum punya jalur lokal — Claude, Cursor, Midjourney, OpenRouter — daftar lengkapnya ada di platform mana yang menerima PayPal.

Sumber angka di artikel ini

Angka pihak ketiga berubah tanpa pemberitahuan. Tanggal di atas adalah kapan angkanya terakhir dilihat manusia, bukan jaminan angkanya masih berlaku hari ini.

Pertanyaan yang sering menyusul

Akun AWS Indonesia bisa bayar pakai dolar?
FAQ resmi PT Amazon Web Services Indonesia menyebut rupiah sebagai mata uang pembayaran bawaan dan satu-satunya untuk akun yang berbasis di Indonesia. Jadi bukan pilihan — memang begitu untuk akun Indonesia. Untuk akun dengan seller of record yang berbeda, ketentuannya bisa lain; yang menentukan adalah seller of record yang tertulis di invoice-mu.
Transfer bank ke AWS itu prabayar?
Bukan. Yang tersedia namanya Pay By Invoice — kamu memakai layanannya dulu, tagihan keluar, lalu dibayar transfer. FAQ yang sama menyebut Advanced Pay alias prabayar tidak tersedia di Indonesia, begitu juga ACH direct debit.
Kalau kartu saya ditolak AWS, bagaimana?
Karena akun Indonesia ditagih rupiah lewat entitas lokal, penolakan kartu di sini biasanya bukan soal transaksi lintas negara seperti di platform luar negeri lain. Periksa dulu batas kartu dan status blokir transaksi daring di aplikasi bankmu. Kalau tetap gagal, Pay By Invoice adalah jalur resmi kedua yang memang disediakan.

Halaman layanan terkait

Tidak mau repot sendiri?

Cara di atas bisa dikerjakan sendiri, dan untuk sebagian orang itu memang pilihan paling murah. Kalau kamu lebih memilih membayarnya sekali lalu selesai, kami bayarkan DigitalOcean untukmu — tarifnya terbuka di halaman harga, tanpa perlu chat dulu untuk tahu angkanya.